DAFTAR ISI

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Guru Biologi Dalam Membentuk Siswa Yang Berahlak Mulia


Peran Guru Biologi Dalam Membentuk Siswa
Yang Berahlak Mulia

 Oleh : Nur Rahmawati,SPd.

Masalah ahlak bukan hanya tanggung jawab guru mata pelajaran agama mengingat tatap muka mata pelajaran agama hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu. Oleh karena itu sudah selayaknya semua guru mata pelajaran selain pendidikan agama islam dapat mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kedalam mata pelajaran yang diajarkannya, termasuk didalamnya guru bidang studi biologi.

  Tantangan terberat dalam menjalani profesi sebagai guru saat berhadapan dengan masalah moral. Masalah degradasi moral adalah masalah serius yang dialami oleh bangsa Indonesia, yang berdampak kriminal. Moral dunia pendidikan kita menjadi tercoreng saat  adanya adegan-adegan syuur di ponsel yang kerap dilakukan oleh pelajar. Oleh karena itu guru sebagai pribadi yang dituntut bisa “digugu dan ditiru” diharapkan dapat menjadi penerang  bagi anak didiknya. 
 Memasuki era global abad ke-21 ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan global yang sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kehidupan para siswa terutama siswa sekolah menengah yang berada  pada masa adolescence (remaja).  Pada masa ini siswa mulai mencari identitas diri, jati diri dan selalu ingin dipuji. Pengaruh negatif dari luar, misalnya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, cara berpakaian, cara berperilaku, munculnya pengaruh negatif internet cepat merambah ke kehidupan siswa.  Hal ini sesuai dengan hasil riset dari…., bahwa dikabupaten Jember terdapat…..% siswa yang terjerumus dalam seks bebas yang terkenal dengan sebutan KNPI (Kissing,Necking, Peting,Intercourse) atau dikenal dengan ML (Making Love).
            Sementara para orang tua mereka menganggap kebutuhan mereka hanyalah materi, sehingga ahlak, sikap dan tingkah laku bukanlah hal yang urgen. Maka pada akhirnya mereka banyak memilih jalan hidup mereka sendiri, mencari tempat untuk bernaung dan berbagai tempat untuk curhat. Sebagian mereka terjebak  dalam pergaulan bebas, hidup berkelompok dengan komunitasnya  bersandar pada solidaritas kelompok tanpa aturan yang pasti, sesuatu yang pasti bagi mereka adalah aktualisasi diri dan pengakuan terhadap eksistensi mereka oleh kelompoknya.  Untuk itu diperlukan sebuah filter kehidupan yaitu ahlak mulia pada diri sendiri.

            Fungsi Pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban  bangsa. Dan sesuai dengan  UU RI no 20 Th 2003 tentang sisdiknas  yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.
            Guru  merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan, sehingga upaya meningkatkan professional guru harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Keterpaduan materi pendidikan akan menghasilkan kurikulum yang memperlihatkan keterkaitan bahan ajar dengan pendidikan keimanan dan ketakwaan (Agustiami,2003:56).
            Sebenarnya kunci pendidikan keimanan hanya sebagian kecil saja terletak pada aspek pengetahuan melalui keterkaitan atau keterpaduan. Kunci pendidikan keimanan sebagian besar terletak pada penciptaan lingkungan sekolah yang agamis. Lingkungan seperti dapat direalisasikan apabila konsep keterpaduan tujuan telah dipahami dengan benar dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran (Agustiami, 203:57).
            Pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan pendidikan akademis saja dan kurang diimbangi pendidikan karakter, ahlak, moral, budi pekerti dan mental. Dengan modal pendidikan berbasis ahlak mulia diharapkan siswa kedepan mempunyai keunggulan komparatif dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dilandasi dan dijiwai kepribadian yang luhur dan bukan sekedar memiliki nilai ujan nasional (NUN) yang tinggi.
            Pendidikan berbasis ahlak mulia pada dasarnya diilhami oleh sebuah keprihatinan siswa atau output pendidikan di Indonesia yang belum mencerminkan kepribadian yang berahlak mulia, yakni santun dalam bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu sebagai upaya awal perbaikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia sangat tepat adanya landasan pendidikan yang jelas dan terarah yaitu pendidikan berbasis ahlak mulia. Orientasi pendidikan berbasis ahlak mulia pada dasarnya mengarah ke pendidikan yang bercorak moral-religius.
            Ahlak merupakan bangunan dasar yang harus dibangun lebih dahulu sebagai pondasi sehingga setiap bangunan yang ada diatasnya harus bertumpu pada pondasi  tersebut. Setiap aktivitas  hidup manusia haruslah didasari oleh ahlak mulia tersebut, dalam setiap kegiatan kita baik secara individu maupun kelembagaan terutama dalam dunia pendidikan.
            Ahlak mulia harus diupayakan sebagai ruh disetiap aktifitas pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keberhasilan pendidikan. Sehingga guru harus mampu memberikan nuansa yang tidak sekedar ilmu pengetahuan saja tetapi juga mengubah ahlak siswa  sehingga kelak menjadi manusia yang berahlak mulia.


            Membentuk siswa yang berahlak mulia bukan hanya tugas dari guru pelajaran agama, karena jumlah jam pelajaran agama hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu, sehingga yang paling banyak adalah materi pelajaran non agamis yang lebih mendominasi.Untuk itu sangat tepat bila kedepan guru mencari format baru tentang pelajaran dengan mengabungkan ilmu pengetahuan umum dengan faktor keimanan sebagai life skill yang  digagas dalam kurikulum 2004. Termasuk didalamnya yang telah dilakukan oleh penulis, sebagai guru mata pelajaran biologi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar memasukkan pesan moral yang dilandasi oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Yaitu dengan mengintegerasikan antara imtaq (iman dan taqwa) dan  iptek (ilmu pengetahuan dan tekhnologi).
            Melalui pembelajaran sistem reproduksi pada manusia, setelah mendiskusikan materi pelajaran secara konseptual maka guru biologi menyelipkan materi ahlak yang dapat meningkatkan nilai imtaq siswa. Yaitu dengan memberikan nasihat melalui pemutaran film tentang bahaya seks bebas dan penyakit yang diderita akibat melakukan perbuatan tersebut. Melalui pembelajaran ini diharapkan siswa memiliki pengetahuan sebagai antisipasi dan filter diri dari menjamurnya siswa yang sering melakukan seks bebas.

1 komentar:

Iwan Prasetyono BLOG mengatakan...

Assalaamlkm... Ibu...nama saya Iwan, alumni SMPN 2 Tanggul. Skrg tinggal di Bandung. Saya ingin tahu nomor telp P. Nur Rochmad (dulu guru fisika saya) dan Ibu Nanik (guru matematika.
Kalau tidak keberatan, ini no saya : 081 224 225 48.